Nvidia tegra, attention required!

     

Tablet dan điện thoại thông minh Android produk Acer, LG, Motorola, dan Samsung, banyak yang memakai NVIDIA Tegra 2. NVIDIA kini umumkan peluncuran Tegra 3 (project Kal-El), prosesor quad-core untuk tablet dan điện thoại thông minh pertama di dunia. Prosesor unik ini sebenarnya bahkan menggunakan 5 core: 4 core berperforma tinggi dan 1 core hemat daya. Di peluncuran perdananya, NVIDIA baru mengumumkan Tegra 3 vertê mê tablet. Verđam mê điện thoại thông minh rencananya akan menyusul di tahun 2012.

Bạn đang xem: Nvidia tegra, attention required!

Sebagai penerus Tegra 2, tentunya Tegra 3 harus memiliki performa yang lebih baik, bukan? Akan tetapi, jika yang dikatakan NVIDIA ini benar, kangươi harus mengatakan bahwa peningkarã performa ini cukup “keterlaluan”. Berikut adalah janji NVIDIA mengenai performa Tegra 3:

5x lipat lebih kencang dari Tegra2Konsumyêu thích daya lebih rendahGPU (VGA) lebih kencang 3x lipat dari Tegra2Mampu menjalankan Stereo 3DSepantar dengan CPU kelas PC (Core2 Duo)

NVIDIA bahkan menyiapkan beberapage authority game untuk menyambut Tegra 3, seperti yang bisa dibaca dalam artikel trò chơi Android Khusus untuk NVIDIA Tegra 3.

Prosesor quad core ini berukuran sangat kecil.

Mengapage authority Quad Core?

Saat ini, sudah banyak jenis prosesor dual core yang digunakan di smartphone dan tablet Android. NVIDIA adalah salah satu produsen yang mengawalinya. Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya aplikamê mệt moderen dan bahkan game 3D berdefinisay đắm tinggi, kemampuan multitasking menjadi sangat penting dan penambahan jumlah core untuk mengatasay mê masalah ini menjadi semakin relevan. Bayangkan menjalankan Facebook, Twitter, YM, MSN Messenger, dan beberapage authority aplikađắm đuối lainnya di background sementara memainkan game 3D. Ya, pengguna smartphone dan tablet Android mesở hữu sudah memperlakukan perangkat mereka sebagaimamãng cầu layaknya sebuah PC atau notebook.

Masalah Penghematan Daya

Saat prosesor 1 GHz untuk smartphone dan tablet mulai digunakan, terlebih setelah prosesor dual core mulai dipakai, penghemarã daya mulai menjadi masalah yang unik. Produsen terpaku kepadhùa pilihan:

prosesor yang dirancang untuk menghemat daya,prosesor yang dirancang untuk performa tinggi.

Prosesor yang dirancang untuk menghemat daya mampu bekerja dengan tegangan rendah (otomatis daya rendah) di kecepatan rendah. Masalahnya, saat prosesor jenis ini ditingkatkan kecepatannya, tegangan prosesor harus dinaikkan cukup tinggi. Memaksa prosesor jenis ini bekerja di kecepatung di atas 1 GHz akan membuatnya sangat boros dan performanya pun tidak terlalu baik.

Prosesor yang dirancang untuk performa tinggi akan memiliki efisientê mê baik sekali di keceparã tinggi. Prosesor ini tidak membutuhkan tegangan listrik tinggi untuk bekerja di kecepatung yang tinggi (di atas 1 GHz). Masalahnya, menurunkan keceparã prosesor jenis ini tidak membuatnya menjadi lebih irit daya.

Xem thêm: Chuyen So Sang Cáh - Chuyen So Sang Cash Fifa 3

Susah untuk menemukan jalan tengah di antara kedua jenis prosesor di atas, setidaknya untuk saat ini. Jadi, produsen terkadang harus memilih untuk mengorbankan salah satu sisi: performa atau pengirirã daya. Pilihan lain adalah mengorbankan sedikit dari kedua siđam mê. Akan tetapi, itu berarti kita tidak bisa memperoleh perangkat dengan performa tinggi yang hemat daya, bukan?

Soluđắm say NVIDIA: Gunakan Keduanya

NVIDIA mengatasay đắm masalah dengan 4 core dan 1 companion core.Di dalam Tegra3 terdapat 4 core yang dirancang untuk performa tinggi dan 1 core yang dirancang untuk menghemat daya. Teknologi ini disebut vSMP. (Variable Symmetric Multiprocessing). bộ vi xử lý Core ke-5 yang disebut sebatua “companion core” ini adalah core yang bekerja dengan kecepachảy rendah. Sementara core 1-4 adalah core dengan kecepatung tinggi. Kelima core yang digunakan ini berbasiskan ARM Cortex A9 yang terkenal berpeforma tinggi.

Uniknya, Tegra3 tidak “memberi tahu” OS mengenai adanya core ke-5. Jadi, OS Android akan melihat prosesor ini sebatua quad-core CPU. Sistem internal Tegra3 sendiri yang akan mengatur peralihan dari penggunaan hanya 1 core berkecepachảy tinggi ke companion core, pada saat performa tinggi sudah tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini membuat efektivitas companion core menjadi lebih.

Saat menggunakan 1 core dengan pekerjaan ringan, hanya companion core yang bekerja (s/d 500 MHz), sementara core lainnya dimatikan.

Untuk pekerjaan yang lebih berat, core akan beralih ke performance core pertama. Apabila hanya membutuhkan 1 core, kecepatung bisa mencapai 1,4 GHz tanpa harus menghidupkan ketiga core lainnya. Saat lebih dari 1 core performance bekerja, keceparã akan dibatasi mê hingga 1,3 GHz.

Hasil dari kombinamê mẩn unik ini adalah performa yang tinggi dengan konsumham daya rendah, seperti yang terlihat dari hasil pengujian Coremark Performance berbanding konsummê mệt daya di atas.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan NVIDIA Tegra 2, ternyata konsumham mê daya Tegra 3 bisa mencapai 60% lebih rendah! Sesuatu yang tidak terbayangkan jika kita melihat bahwa Tegra 3 adalah CPU 4 core dan Tegra 2 adalah CPU 2 core.


Chuyên mục: Tin Tức